Love and Life

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Im Chaeri [OC]

*) Chunji [Teen Top]

Genre : AU, Smut

Rate : PG – 17

Disclaim : I own this plot

a/n : hay… my first Chunji’s fict. Pas bikin ini Chunji di no more perfume on you terlalu dominan. Jadi, sifat’a melenceng jauh dari sifat asli dia. Haha~ rada ehm, tau lah. Aku lagi bikin next scene, tapi ternyata agak sulit, kebiasaan bikin fict satu scene aja ternyata lumayan ngaruh, lol..so, enjoy and happy reading ^^

 LOVE AND LIFE

Detak jarum jam di dinding berirama dengan teratur. Cahaya matahari memaksa untuk menambah suhu udara di ruangan yang didominasi sebuah ranjang besar berwarna putih.

Si pemilik ranjang masih menikmati waktu tidurnya yang sudah lewat di tempatnya. Ada senyuman yang menghias di bibirnya saat dia tidur. Raganya masih ingin menikmati tidur di akhir pekannya itu, tapi matahari sepertinya tidak suka. Meski pendingin ruangan di tempat itu dalam keadaan menyala, matahari tetap mengganggu tidur satu-satunya manusia yang ada di tempat itu dengan menyorotkan cahayanya tepat ke wajah orang itu. Dan dia terganggu dengan hal itu. Membuat kesadarannya kembali ke tubuhnya.

Clekk…

Suara handel pintu menjadi bukti kedatangan seseorang yang lain ke dalam ruangan itu. Aroma kopi dan cokelat langsung tercium begitu orang itu masuk.

“Aku tahu noona sudah bangun.” Ucap suara lembut manis orang yang menenteng dua cangkir minuman. Haruskah aku memberikan morning kiss agar noona mau membuka mata?” Tanyanya setelah meletakkan dua cangkirnya di nakas di samping ranjang. Pemuda itu duduk di pinggiran ranjang, memperhatikan wanita yang masih enggan membuka matanya itu. “Noon…”

Belum sempat pemuda itu bicara, lengannya ditarik si pemilik ranjang hingga posisi wajah mereka berhadapan. Saat berikutnya lengan pemuda itu kembali ditarik, meniadakan jarak wajah keduanya.

Mata wanita itu masih tertutup, tapi dia bisa dengan tepat tahu posisi bibir pemuda yang menganggu waktunya. Wanita itu melumat bibir pemuda yang sudah membuatnya kewalahan semalaman. “Talk less do more.” Ucap wanita tu sesaat setelah dia mendapatkan morning kissnya. Dia membuka mata, memperlihatkan bola mata berwarna cokelat tua miliknya.

Pemuda itu mendengus tanpa melepaskan kontak mata dengan wanita yang masih setia meniduri ranjangnya. “Ara.” Dia bicara. Detik berikutnya, dia menarik sisa tubuhnya yang masih di pinggir ranjang dan merangsek ke tengah ranjang, tepat di atas tubuh wanita yang seenaknya menciumnya tanpa permisi.

Pemuda itu melumat bibir berisi dari wanita yang berada di bawahnya. Bibirnya yang tipis berpadu dengan bibir berisi wanitanya. Mereka bertarung siapa yang akan menyerah lebih dulu.

“Baiklah aku kalah.” Ucap si wanita sambil mendorong dada pemuda itu yang praktis memisahkan tautan bibir keduanya. “I’m tired. You can do more later, not now.” Ucapnya lagi kemudian memposisikan tubuhnya untuk duduk, menarik selimutnya karena dia tidak mengenakan apapun di tubuhnya.

Pemuda itu memperlihatkan ekspresi tidak suka, dia kemudian menyisipkan kepalanya di leher wanitanya, memberikan tanda merah yang baru di leher wanitanya itu sebelum menarik diri ke tepi ranjang.

“Aku akan pergi. Terima kasih untuk setengah tahun ini.” Ucap pemuda itu setelah memberikan cangkir berisi cokelat pada wanitanya.

“Kenapa tiba-tiba? Apa kau tidak nyaman berada disini?”

“Bukan begitu ini sudah aku pikirkan sejak lama. Aku tidak ingin dianggap benalu. Karena aku ingin memiliki noona sepenuhnya. Dan aku harus memiliki sesuatu yang sebanding bahkan lebih dari yang noona punya untuk mewujudkannya.”

“Chunji-ya. Kau tahu itu sulit. Bukan karena posisimu sekarang. Aku tidak ingin menghancurkan masa depanmu dengan terikat denganku.”

“Kenapa? Apa salahnya dengan inginku ini?”

“Kau tahu kalau aku ini jan…”

Chunji buru-buru membungkam mulut wanitanya dengan bibirnya. Tidak ingin mendengar lebih jauh ucapan wanitanya itu. “Setengah tahun yang lalu noona menyelamatkan aku, membuatku jatuh cinta. Aku bisa mencium aroma tubuh noona setiap malam. Dan legalitas satu-satunya cara agar aku tidak kehilangan semua itu.” Ucapnya.

“Aku tidak bisa.” Ucap wanita itu. “Kau boleh memilikiku sebanyak yang kau mau. Aku bisa memberikan cinta yang kau inginkan, aku akan memberikan tubuhku, tapi aku tidak bisa terikat.”

Chunji menatap wanitanya. Wanita yang sudah membuatnya berpikir ulang tentang hidupnya yang rumit. Wanita yang selalu dia rindukan. Wanita yang sudah membuatnya tergila-gila. “Noona tenang saja. Aku tidak akan pergi meninggalkan noona demi wanita lain. Aku akan setia, aku tidak akan pernah melukaimu seperti yang dilakukan mantan suami noona.”

“Tidak sesederhana itu Chunji-ya.”

“Tidak menurut noona, tapi sebenarnya semuanya sangat sederhana jika noona berpikir dengan pola pikir yang lain. Aku harap noona mau bersabar sampai aku kembali dan mengikat noona. Jangan pernah berhubungan dengan pria manapun. Aku akan tahu.”

“Apa kau akan pergi sekarang juga?”

Chunji menatap wanitanya yang terlihat mulai merasa kehilangan. Dia sama sekali tidak ingin meninggalkan tempat itu, tempat yang dipenuhi cinta. Tapi keinginannya hanya tercapai jika dia pergi. Chunji kemudian memeluk noonanya penuh cinta. “Aku akan sangat merindukan noona. Aku akan bertahan sekuat yang aku bisa.” Ucapnya tak bisa lagi berusaha untuk tegar. Dia benar-benar tak ingin pergi.

Tak lama Chunji melepaskan pelukannya, dia menghapus bulir air mata yang membasahi pipi wanitanya.

“Im Chaeri, aku akan datang nanti dengan buket bunga yang indah dan sebuah cincin yang akan mengikatmu denganku seumur hidup. Aku mencintaimu.” Chunji mengatakan deklarasinya. Dia tersenyum, masih tetap memainkan jari-jarinya untuk menghapus air mata noonanya.

“Aku mohon jangan terlalu lama.” Pinta Chaeri.

Chunji tersenyum lagi. “Tidak akan.” Ucapnya sebelum memberikan ciuman perpisahan.

Ciuman penuh cinta dan perasaan. Ciuman yang akan diingat keduanya.

end or…..?

Advertisements

5 responses »

  1. huweiyo!!!! #bahasa apa ini==’
    chunji bijak chunji bijak XD
    nice nice, cuma aku nggak baca utuh, PG-17nya aku bca dua tahun lagi aja, hehe…
    teruskan menulismu!!! fighting!!!! 🙂

  2. huah chujin oppa dewasa bngt cherin eonni beruntung mendapatkan chujin oppa…
    eonni TBC aja ya, soalnya aku masih pnsran sama crt selanjutnya…
    pokoknya daebak deh eonni crt.a…
    (>^ω^<)
    aku readers bru disini…
    salam kenal eonni……

    • halooo~~ selamat datang di wp aku 🙂

      hahaha… sengaja dibikin kek gt. tampang chunji bs kok jd dewasa 🙂
      entahlah.. mungkin dilanjut nanti. hehe 🙂

      makasih udah berkunjung, baca sama komen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s