[J-Line Series] Obsession – Last Victim

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Kim Jongjin [Jongwoon’s Real Brother]

*) Kim Jongwoon [Super Junior]

*) Im Chaeri [OC]

Genre : AU, OOC, Tragedy

Rate : PG – 15

Length : 1728 words

a/n : akhirnya kelar juga satu utang. Btw, aku gak bikin sadis buat yg ini *liat rate* soalnya, sebenci apapun jw, jongjin kan tetep adeknya, jadi dia pilih cara cepet buat bunuh jongjin tanpa bikin jongjin ngerasain sakit *aku gak cerita detail di ceritanya soalnya agak susah ceritainnya :p* dan dari awal aku emang niat bunuh jongjin pake cara yg baik2(?) mungkin endingnya gak terlalu bikin puas, aku ngerasanya gitu sih. Tapi mau gimana lagi? Otak lagi kasmaran sama DiJe jadi aku gak bisa mkir yg sadis2 /curhat/ so, happy reading ^^

thanks to : Aishita yg kasih pinjem cast Im Chaeri buat ff ini, rekan DoubleAsti yg suka kasih pujian / kritik soal kesadisan ff ini, Kim Jongwoon yang wajahnya bisa jadi dingin tapi tetep menggoda dan keliatan cocok buat jadi eksekutor, Para korban ff aku yg maumaunya dibunuh pake sadis, para pembaca yang udah ngikutin ff ini dari awal sampe akhir. Big thanks buat komentator yang mau luangin waktunya buat ketik komentarnya. Hontou Arigatou~

Previous Victim  1st Victim – Lee Jonghyun | 2nd Victim – Kim Jaejoong | 3rd Victim : Lee Jinki | 4th Victim : Choi Jonghoon | 5th Victim : Im Jaebum |

Obsession End

Kim Jongjin tersenyum, dia menoleh ke sampingnya. Disana ada Im Chaeri, kekasihnya. Mereka sedang di dalam pesawat yang akan mengantarkan mereka menuju pulau Jeju untuk liburan. Merayakan sebulan hubungan keduanya. Jongjin melihat Chaeri sudah tertidur. Padahal pesawat baru sekitar sepuluh menit terbang. Jongjin maupun Chaeri tidak tahu, sesuatu sudah menanti mereka di Jeju sana.

Setelah check in di hotel, Jongjin dan Chaeri langsung saja menuju kamar mereka. Menyimpan perlengkapan yang mereka bawa sebelum pergi ke restoran untuk makan malam. Keduanya memang mengambil pesawat dengan penerbangan malam. Karena mereka tidak sedang ingin banyak berjalan-jalan ketika tiba.

“Oppa, aku mau makan di kamar saja.” Chaeri bicara pada Jongjin.

“Eoh? Waeyo?” Jongjin bertanya bingung.

“Aku sedikit lelah. Kita makan di kamar saja. Makan apa saja yang disediakan layanan kamar.” Chaeri menjawab. “Aku mandi dulu.” Ucapnya tanpa mendengar keinginan Jongjin. Karena Chaeri tahu Jongjin tidak akan berkomentar lain.

Jongjin hanya mengangkat bahu dan memesan makanan untuk makanan malam mereka.

Selesai Chaeri mandi, Jongjin kemudian mandi. Dan setelah Jongjin keluar dari kamar mandi, makanan yang dipesan sudah tiba. Jongjin hanya mengenakan handuk mandi saat bergabung dengan Chaeri untuk menikmati makan malam mereka.

Sekitar satu menit setelah Jongjin dan Chaeri memimun minuman mereka, keduanya tidak sadarkan diri dengan kepala jatuh di atas meja.

Semenit kemudian, Jongwoon masuk ke dalam kamar pasangan itu dengan pakaian serba hitam. Jongwoon mengangkat tubuh Chaeri, membawanya ke kamar sebelah tempat dimana dia menginap kemarin malam. Setelah mengunci pintu kamar itu, Jongwoon kembali ke kamar sebelahnya untuk menemui sang adik.

Jongwoon menatap adiknya yang masih tidak sadarkan diri. “Aku menyayangimu, sangat. Tapi aku terlalu mencintai Chaeri dan tidak rela kalau kau yang mendapatkan dia.” Kata Jongwoon. Dia tahu Jongjin tidak mungkin mendengar ucapannya itu. Dia bahkan sangat tahu kalau Jongjin tidak mungkin bisa bangun lagi setelah ini.

Jongwoon mengambil beberapa kotak dari saku jaketnya. Dari dalam kotak itu dia mengeluarkan beberapa suntikan. Isinya racun dari beberapa hewan. Kalajengking, ular, laba-laba dan yang lain. Sebenarnya, satu suntikan sianida cukup untuk menghabisi Jongjin, tapi Jongwoon memilih racun dari makhluk hidup spesial untuk sang adik. Satu racun itu sanggup untuk melumpuhkan indera manusia dalam beberapa waktu. Jongwoon menyuntikan semua isi racun dari suntikan ke tubuh Jongjin, tidak hanya satu, tapi semua isi suntikan yang dia bawa kini berpindah ke dalam tubuh Jongjin. Jongjin terdengar mengerang sebentar, tapi kemudian tidak ada suara terdengar. Jongwoon melihat perubahan warna kulit Jongjin. Terlalu banyak racun masuk ke dalam tubuh Jongjin, dan tubuh Jongjin tidak bisa menerima itu semua. Hanya butuh waktu sampai Jongjin meninggal.

Jongwoon tidak tersenyum. Dia tahu dia sangat menyayangi adiknya. Tapi obsesinya pada Im Chaeri, kekasih adiknya lebih mendominasi. Sudah cukup lama Jongwoon menyukai Im Chaeri. Dia mengingat dengan jelas waktu itu, hari pertama dia menghilangkan nyawa seseorang karena seorang Im Chaeri.

Melihat Lee Jonghyun begitu dekat dengan Chaeri kala itu, logikanya tidak bisa lagi bekerja dengan baik. Sepanjang waktu otaknya terus berpikir agar rasa cemburunya itu menghilang. Dan begitu dia sadar, Jonghyun sudah berada di depannya dengan banyak duri menancap di tubuhnya. Jongwoon ketakutan saat itu. Tapi perasaan senang karena Jonghyun tidak bisa lagi mendekati Chaeri, membuat dia melupakan rasa takutnya itu.

Sebulan kemudian Chaeri mulai didekati pria lain, Kim Jaejoong. Chaeri pernah berkata padanya kalau dia menyukai Jaejoong, karena wajah pria itu tampan. Chaeri tidak tahu, mendengar hal itu membuat Jongwoon memanas. Tak lama setelahnya, Jongwoon sadar dia sudah menghancurkan wajah Jaejoong. Jongwoon tersenyum puas. Chaeri-nya tidak akan pernah bisa dimiliki oleh Jaejoong.

Tapi kemudian, tiga bulan setelah itu Chaeri bercerita padanya kalau dia sedang menyukai seorang senior di kampusnya, Lee Jinki. Chaeri menyukai Jinki karena pria itu cerdas. Chaeri memang menyukai pria yang intelektual. Dua minggu setelah itu, Jongwoon sudah membuat tubuh Jinki menjadi banyak potongan.

Belum puas menyiksa hati Jongwoon, setengah tahun kemudian Chaeri mulai menyukai pria lain. Dia tersipu-sipu, mengatakan padanya kalau dia sedang menyukai seorang instruktur sekaligus pemilik sebuah gym. Mengatakan dengan perasaan senang kalau dia sangat menyukai tubuh indah pria itu. Abs yang menurut Chaeri bisa membuatnya mimisan. Dia tidak tahu, Jongwoon murka mendengar hal itu. Dan kemudian, Jongwoon sadar dia menghancurkan tubuh kebanggaan pria bernama Choi Jonghoon, sang instruktur sekaligus pemilik gym itu, dengan barbel yang ada di sana.

Selang setengah bulan setelah itu, Jongwoon kembali merasakan api cemburu. Dia sedang menunggu Chaeri di kantin kampus Chaeri ketika mencuri dengar kalau seorang bocah bernama Im Jaebum menyukai Chaeri-nya. Dan dia mendengar fakta yang membuatnya membenci adiknya. Chaeri menerima pernyataan cinta Jongjin dan sudah resmi menjadi sepasang kekasih.

Tidak bisakah Jongwoon yang dipilih Chaeri?

Jongwoon mempertanyakan hal itu. Dia menyukai Chaeri sudah sangat lama. Chaeri menerima perasaannya itu. Chaeri selalu bermanja padanya, Chaeri sering bercerita padanya. Tapi ternyata bukan cinta yang dimiliki Chaeri untuk Jongwoon.

Jongwoon murka pada Jongjin, tapi dia juga tidak bisa melepaskan Jaebum. Dan akhirnya, Jaebum berakhir di dalam kolam dengan ditemani para ubur-ubur.

Dan sekarang, Jongwoon menatap sang adik yang tak sudah tidak bernafas. “Aku yang mencintai Im Chaeri, aku yang harus memilikinya. Tidak peduli meski kau adikku, orang yang mendekati Chaeri selain aku harus mati.” Kata Jongwoon dengan nada dingin dan tatapan penuh kebencian. Perasaan sayang yang dia miliki pada sang adik menguap seketika.

Jongwoon kemudian meninggalkan adiknya yang sudah terbujur kaku tidak bernyawa. Dia kembali ke kamarnya, menemui pujaan hatinya.

Jongwoon duduk di samping ranjang tempat Chaeri masih tertidur. Dia tersenyum penuh cinta ketika menatap Chaeri. Kadang dia mengusap kepala Chaeri, menyingkirkan rambut yang menghalangi wajahnya. Jongwoon mengecup sekilas bibir Chaeri. Dan dia kembali menatap wanita yang sangat dia cintai itu.

Chaeri merasa kesadarannya kembali. Dan hal yang pertama dia lihat ketika membuka mata adalah wajah Jongwoon. “Eoh, oppa? Sedang apa kau di sini?” Dia bertanya dengan wajah bingung. Chaeri kemudian memposisikan diri untuk duduk di atas ranjang. “Jongjin oppa eodi?” Dia bertanya lagi, tidak sadar kalau dia tidak berada di tempat yang sama seperti sebelumnya.

Jongwoon mengelus rambut Chaeri, masih dengan penuh rasa cinta. “ Dia sudah tidak ada. Sekarang hanya ada kau dan oppa. Tidak akan ada lagi yang berani mencoba untuk memilikimu.” Jongwoon bicara.

Chaeri berjengit. Dia tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Jongwoon. Dia kemudian turun dari ranjang, melihat sekitar dan sadar itu bukan kamarnya. Dengan ragu Chaeri berbalik dan melihat pada Jongwoon. “Oppa, apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ada di sini?” Dia bertanya lagi.

Tapi Jongwoon tidak menjawab. Dia yang masih duduk di samping ranjang hanya memberikan senyuman.

Chaeri merasa ada sesuatu yang salah. Dia kemudian pergi keluar kamar, melihat nomor kamar di depan pintu yang langsung ke kamar sebelah, kamarnya. “KYAAAAA….!!!!!!!!!!!”

“Saranghae Chaeri-ah.” Ucap Jongwoon yang sudah berdiri di belakang Chaeri. Chaeri sedang tersungkur di lantai sesaat setelah melihat jasad Jongjin.

Tubuh Chaeri bergetar dan dia menangis. “Oppa, kkau yang mmelakukan ini?” Dia bertanya dengan terbata. Sebenarnya, Chaeri hanya butuh penegasan karena dia tahu jawabannya adalah ya. Dia ketakutan. Takut dengan pria yang berada di belakangnya. Tapi dia juga terlalu takut untuk bergerak. Dan kemudian, Chaeri sadar, kemungkinannya besar kalau Jongwoon adalah pelaku pembunuhan laki-laki yang dekat dengan Chaeri. Mereka…. Chaeri yakin Jongwoon melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya pada Jongjin.

“Chae….”

“Jangan bergerak!” Kata Chaeri saat mendengar Jongwoon akan melangkah, mendekatinya. Masih dengan perasaan sedih dan takut, Chaeri mencoba merangkak mencari tasnya. Dia berniat menghubungi polisi.

Baru juga Chaeri menemukan ponselnya, ponsel itu terlempar dari tangannya. Dan tangan Chaeri ditarik oleh Jongwoon sampai Chaeri kembali berdiri. “Aku tidak bisa menerimanya.” Ucap Jongwoon sambil menatap Chaeri dalam, dia mendekap Chaeri yang masih menangis agar tidak bisa kabur. “Aku menghabiskan waktu terlalu lama untuk menunggumu sadar dengan cintaku. Dan sekarang, setelah kau tahu, kau malah mau membuatku terpisah denganmu? Jangan harap aku mau.” Lanjutnya seolah tahu apa yang akan dilakukan Chaeri dengan ponselnya.

Chaeri terlalu takut untuk membalas tatapan Jongwoon. Dia terlalu takut untuk bisa melepaskan diri dari Jongwoon. Chaeri hanya bisa menangis dengan tubuh bergetar ketakutan.

Jongwoon memeluk Chaeri yang masih ketakutan. “Kau tenang saja, oppa tidak akan menyakitimu. Oppa sangat mencintaimu.” Ucap Jongwoon dengan nada sangat lembut. Tapi kelembutan itu tetap tidak bisa menghilangkan rasa takut Chaeri.

Dengan gerakan yang tidak disadari oleh Chaeri, Jongwoon membuka satu kotak kecil di saku celananya, dia mengambil isinya, membuka penutup jarum suntik yang dia keluarkan dari dalam kotak dan menyuntikkan isi suntikan itu ke lengan Chaeri.

“Oppa, apa yang…..”

Chaeri terkulai tak sadarkan diri sebelum dia menyelesaikan pertanyaannya. Obat bius dengan dosis cukup tinggi mengalir di dalam darahnya.

Jongwoon tersenyum dingin sambil menahan tubuh Chaeri. “Kau membuatku tidak bisa mendapatkan pilihan yang lain.”

Dia kemudian mengangkat tubuh Chaeri, membawanya keluar, menutup pintu kamar sebelum benar-benar pergi.

“Dia kenapa?” Seseorang bertanya saat Jongwoon masuk ke dalam lift.

“Saudaraku mendadak tidak sadarkan diri. Aku mau membawanya ke rumah sakit.” Kata Jongwoon dengan tampang menipu.

Satu-satunya orang lain yang berada di dalam lift itu mengangguk dan terlihat cemas. “Semoga saudaramu tidak kenapa-kenapa.” Dia bicara.

“Kamsahamnida.” Kata Jongwoon kemudian mengangguk sebentar ketika orang itu hendak keluar dari dalam lift. Jongwoon langsung saja pergi menuju basement, tempat mobil yang disewanya selama di Jeju diparkir.

Jongwoon menatap wanitanya yang masih tidak sadarkan diri dengan perasaan cinta tapi juga benci. “Cinta yang aku punya, kenapa kau sulit sekali untuk sadar eoh?” Dia bertanya. “Kau membuatku tersiksa dengan semuanya. Bahkan ketika aku menjanjikan akan berbuat baik padaku kau tetap tidak bisa melihatnya.”

Jongwoon turun dari mobilnya yang diparkir tak jauh dari tepi pantai. Dia membopong tubuh Chaeri mendekati pantai. Semakin dekat hingga kaki Jongwoon bisa merasakan dinginnya air pantai. Tapi dia tidak berhenti di sana. Jongwoon terus berjalan, hingga air pantai terus meninggi di tubuhnya. Tubuh Chaeri sudah samar terlihat karena tenggelam, dan Jongwoon kemudian berhenti ketika air pantai hampir mencapai dadanya.

“Daripada kau harus menyukai orang lain lagi nanti, sebaiknya aku akhiri semuanya di sini.” Kata Jongwoon sambil tetap memegang Chaeri, membiarkan air laut masuk ke dalam tubuh wanita itu. Cukup lama Jongwoon menenggelamkan Chaeri dalam bopongannya.  Hingga akhirnya Chaeri tidak bisa lagi bernafas.

Tiga bulan kemudian,

Kwon Jiyong membaca koran paginya. Headline di koran itu tidak terlalu beda dengan hari sebelumnya, masih membahas hal yang sama. Tentang seorang psikopat yang sudah membunuh enam laki-laki dan satu perempuan. Psikopat itu diberi hukuman mati atas perbuatannya.

Jiyong mengambil kopi yang ada di atas meja di depannya, menyesapnya sebelum meminum setengah isi cangkirnya. “Untung aku baru menyukai Chaeri dan belum sempat untuk mendekati dia. Kalau tidak, mungkin ada tujuh laki-laki yang jadi korban.” Monolog Jiyong. “Tapi sayang sekali aku tidak bisa mendekati Chaeri sekarang, padahal dia benar-benar cantik dan menarik.” Tambahnya.

-end-

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s