[Ficlet] Wristwatch

Standard

Author : Asuchi

Cast :

*) Jung Hyerin [OC]

*) Bang Yongguk [BAP]

Other :

*) Kim Boram [OC]

a/n : presented for Jung Hyerin’s owner. Inspired by After School’s Wristwatch
WRISTWATCH

“Apa barangmu hanya segini?”

“Aku hanya memindahkan isi kamarku. Bukan isi rumahku.”

Jung Hyerin baru saja menurunkan semua barangnya dari dalam mobil. Mulai hari ini, dia akan tinggal bersama Kim Boram, temannya. Hyerin baru saja diterima menjadi karyawan di sebuah perusahaan yang kantornya tidak jauh dari tempatnya akan tinggal sekarang.

Hyerin dan Boram kemudian mengangkut semua barang Hyerin ke kamar yang akan ditempati oleh Hyerin. Keduanya membereskan barang-barang Hyerin setelah semuanya sudah berpindah ke dalam kamar.

“Ini apa?” Boram bertanya saat melihat sebuah kotak yang dia keluarkan dari dalam dus.

Hyerin melirik pada Boram. “Aku lupa. Tapi itu sepertinya barangku jaman dulu.” Jawabnya.

“Aku buka ya.” Boram membuka kotak itu dan melihat sebuah jam tangan model anak-anak berwarna merah muda yang disimpan di atas sebuah buku harian berwarna serupa. “Jam tangan?”

Hyerin melirik Boram lagi. Dia melihat jam tangan miliknya sedang diperhatikan oleh Boram. “Ah! Jam tangan itu.” Hyerin menunjuk ke arah jam tangan miliknya.

“Wae?” Tanya Boram heran.

Hyerin langsung mengambil jam tangannya. Dia ingat soal jam tangan itu. Dia meraba tiap permukaan jam tangan itu. Dan tanpa sadar, Hyerin menyunggingkan sebuah senyuman.

“Ada sesuatu yang istimewa ya?” Tanya Boram. Dia mengambil buku harian dari dalam kotak.

Hyerin menyadari apa yang dilakukan oleh Boram. Dia langsung merebut apa yang di pegang Boram. “Ini rahasia kecilku yang tidak boleh kau tahu.” Kata Hyerin.

Dia mengambil kotak tempat buku harian dan jam tangannya. Memasukkan kedua benda yang dipegangnya ke dalam kotaknya lagi. Kemudian menyimpan kotak itu di sampingnya, jauh dari jangkauan tangan Boram.

“Sepertinya sangat istimewa.” Komentar Boram. Dia kembali sibuk dengan barang-barang yang lain. Tidak berniat menyelidiki apa yang disembunyikan oleh Hyerin.

Hyerin tersenyum sambil membuka tutup kotak di pangkuannya. Dia melihat jam tangan merah muda yang penuh kenangan saat dia kecil dulu. Hyerin memakai jam tangan yang sudah tidak lagi cocok dipakai di tangannya. “Kau apa kabar sekarang?” Dia bertanya sambil melihat jam tangan di tangannya.

Pikiran Hyerin kemudian berputar ke masa lalu.

“Aku akan pindah. Appa akan bekerja di Taipei. Aku harus ikut dengannya.”

Hyerin menatap teman bermain sekaligus tetangganya, Bang Yongguk. Yongguk baru saja bilang padanya kalau dia akan pindah ke tempat yang jauh.

“Tapi kau akan datang berkunjung kemari kan nanti?” Hyerin bertanya. Dia tersenyum saat melihat Yongguk tersenyum dan mengangguk. “Kapan berangkat?” Dia bertanya lagi.

“Lusa.” Jawab Yongguk.

“Sebelun hari ulang tahunku dong. Ulang tahunku kan masih empat hari lagi.” Kata Hyerin.

Yongguk tertawa. “Aku sudah siapkan kado kok.” Ucapnya.

“Jinjja? Mana mana mana?” Hyerin terlihat senang dan penasaran. Dia mendesak Yongguk.

“Besok aku kasih.” Janji Yongguk.

Hyerin tersenyum senang.

Hyerin tersenyum lagi mengingat waktu itu. Sudah dua belas tahun berlalu. Dia tidak pernah mendapat kabar soal Yongguk sejak kepindahannya. Hyerin juga pindah rumah dua tahun kemudian.

Berlalunya waktu membuat Hyerin melupakan Yongguk. Tapi jam tangan hadiah ulang tahunnya membuat kenangan masa lalunya kembali jelas.

“Sudah sangat lama Yongguk-ah. Apa kau sudah kembali ke Korea? Apa kau sudah punya pacar sekarang? Aku merindukanmu.” Hyerin bicara sambil menatap jam tangannya.

“Selamat memulai hari pertama kerja. Semoga kau betah di sana. Dan juga sukses.”

Hyerin tersenyum mendengar doa yang diucapkan Boram. “Aku berangkat.” Pamitnya kemudian pergi menuju tempat dia kerja.

Hyerin bertemu staff HRD yang mengantarnya bertemu dengan calon atasan juga seseorang yang akan memberinya petunjuk mengenai pekerjaannya nanti.

“Kau sudah bertemu dengan atasanmu. Nanti semua pekerjaan dan laporan harus sepengtahuan beliau.” Terang staff HRD yang baru keluar dari ruangan atasan Hyerin. Kedua berjalan menuju meja kerja Hyerin.

“Jadi, dia Bang Yongguk. Kau bisa bertanya padanya kalau misal ada beberapa pekerjaan yang belum kau pahami.” Terang staff HRD sambil menunjuk seorang pegawai yang letak mejanya berada di samping meja kerja Hyerin.

Laki-laki yang bernama Yongguk itu berdiri, sedikit membungkuk sebelum mengenalkan dirinya. “Bang Yongguk imnida.” Dia berkata lengkap dengan senyuman ramahnya.

Takdir? Nama Bang Yongguk itu tidak mungkin hanya ada satu di Korea. Tapi Hyerin tahu, Yongguk di depannya punya senyum yang sama dengan Yongguk yang semalam dia rindukan. Waktu tidak mengubah senyuman itu. Berubah sebenarnya, jadi lebih manis.

“Jung Hyerin imnida. Bangapseumnida.” Hyerin mengenalkan diri lengkap dengan senyuman senang di dalam hatinya. Dia hanya memberikan senyum formal di depan Yongguk dan staff HRD.

-end-

Advertisements

4 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s