Obsession

Standard

 

‘Karena jika aku tidak bisa memilikimu, maka yang lain pun tidak boleh menyentuhmu…’

    @blackchocolee fanfiction

.

.

 

Sepuluh.

 

Sembilan.

 

Delapan.

 

Tujuh.

 

Enam.

 

Lima.

 

Empat.

 

Tiga.

 

Dua.

 

 

Satu.

 

DUARRRRR!!!

 

Suara ledakan keras, disusul bumbungan asap tebal dan kobaran api yang melambai-lambai memenuhi udara, membuat seringai lebar terpasang di wajahku.

 

Hyunseung hyung, selamat tinggal…

 

Semoga arwahmu tidak gentayangan, hahahaha…

 

Kulepas sarung tangan hitam berbahan karet, lalu membuangnya ke tong sampah di dekatku. Aku harus melenyapkan semua barang bukti, eh?

 

Hyunseung hyung

 

Aku terpaksa melakukan hal ini, kau tahu?

 

Aku menyayangimu sebagai saudaraku, tentu saja. Kau satu-satunya keluarga yang kupunya.

 

Tapi kau tega menghancurkan harapan terbesarku…

 

Kau tahu kan aku sudah lama menaruh perasaan pada HyunA?

 

Hanya dia gadis yang kucintai, melebihi apapun.

 

Dan sialnya…

 

HyunA tidak tertarik padaku. Dia hanya melihatku sebagai seorang teman biasa.

 

Justru kau-lah yang ia cintai, hyung

 

Sakit, marah, kecewa, benci…

 

Itu yang kurasakan saat ia menolakku dengan alasan ia ingin berkonsentrasi dengan karirnya dulu.

 

Ironisnya…

 

Beberapa hari setelah menolakku, ia malah bergandengan tangan mesra denganmu, hyung

 

Aku yang mengikuti kalian sejak pulang dari kantor, harus menahan amarah yang menyebar bagai virus di seluruh tubuhku.

 

Hyunseung hyung

 

Ingatkah dulu kau pernah bilang bahwa wanita itu beracun, bukan?

 

Kau benar.

 

Wanita memang beracun.

 

Dan wanita bernama HyunA itu sudah meracuni kita berdua…

 

Namun bedanya, HyunA memberimu penawar racun itu…

 

Sedangkan ia membiarkanku terkapar sekarat karena racun-nya.

 

Wajar bukan jika aku menginginkan penawarnya?

 

Kau mendapat penawar, aku juga inginkan hal yang sama…

 

 

“…h-hiks…k-kenapa…kau tega…Howon-ah…”

 

Ah… Aku lupa satu hal…

 

Aku sudah mendapatkan penawarnya.

 

Walau harus menghilangkan nyawamu terlebih dahulu, hyung-ku tersayang

 

Aku menatap kobaran api yang makin membesar. Suara sirene mobil pemadam kebakaran yang kutelepon membahana membelah keheningan malam.

 

Betapa menyenangkannya melihat orang-orang itu kerepotan memadamkan api yang kuyakin sudah melahap habis tubuhmu, hyung

 

Hidupku terasa semakin sempurna sekarang…

 

Aku melirik sesosok tubuh yang meringkuk ketakutan di dalam van-ku.

 

HyunA kini menangis tanpa suara.

 

Aku tersenyum miris. Kutatap lighter berwarna perak ditanganku sekilas, lalu melemparkannya ke dalam tong sampah yang sama.

 

“K-kau gila… Kau tidak waras…”cicitnya dengan suara serak.

 

Kau benar, HyunA…

 

Aku memang gila.

 

Aku juga tidak waras.

 

Dan di duniaku yang tidak waras ini…

 

Hanya ada dirimu seorang…

 .

.

Fin

Advertisements

8 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s