[Fiksi] A Sight

Standard

Setelah sekian lama tak menemukan sebuah kisah.. Sebuah fiksi yang seolah awal dari sesuatu tapi hanya itu..

.

.

Sepasang kekasih tengah berjalan santai menikmati lembayung sore. Mereka hendak menuju cafe yang letaknya dua blok dari tempat mereka.

Si laki-laki bertanya. “Jika aku mengarahkan telunjukku ke depan matamu dan tatapan mataku berubah menjadi dingin. Apa yang terpikir olehmu hal yang akan aku lakukan?”

“Dua alasan.” Jawab si perempuan. “Jika kamu seorang psikopat, hal mengerikan yang dipikirkan olehku, itulah yang terjadi.” Terangnya. “Tapi jika cerita itu ingin berubah menjadi komedi romantis, kau akan menungguku memucat karena kaget dan takut kemudian menarik telunjukmu dan menertawakan aku. Senang karena ekspresi yang aku tunjukkan.” Lanjutnya.

Si laki-laki terkekeh mendengar jawaban si perempuan. Dia, yang tangannya melingkar di pinggang si perempuan, kemudian menarik pinggang si perempuan agar semakin mendekat. “Jawaban yang menarik.” Ucapnya. “Lalu bagaimana kalau aku benar-benar seorang psikopat? Apa yang selanjutnya akan aku lakukan padamu?” Dia bertanya sambil tetap melangkahkan kakinya, bersama si perempuan. Menyusuri jalanan menuju tujuan mereka.

“Ada dua pilihan. Setelah kau melakukan hal yang mengerikan pada mataku, aku jelas akan berlari darimu. Kau mengejarku dan tak akan butuh waktu lama saat kau berhasil menangkapku. Karena naluri manusia kadang salah, dan aku biasanya berlari ke tempat sepi untuk bersembunyi, bukan berteriak pada orang untuk meminta tolong. Itu jelas sebuah keuntungan untukmu.” Jawab si perempuan.

“Setelah aku menangkapmu?”

“Sudah kubilang ada dua pilihan. Apa kau psikopat gila yang senang membunuh, atau kau justru senang menyaksikan erangan sakitku. Kau akan membunuhku dengan cepat atau akan menyiksaku perlahan hingga aku memilih kematian mendekatiku.” Terangnya.

Si laki-laki kemudian tertawa. Cukup kencang hingga membuat beberapa pejalan kaki yang lain menoleh padanya. Si perempuan bahkan menghentikan langkahnya dan menatap si laki-laki bingung.

“Kenapa? Ada yang salah?” Tanya si perempuan yang kini berdiri di belakang si laki-laki.

Si laki-laki berbalik. Masih ada sisa tawa di raut wajahnya, masih ada rona merah karena tawa itu. Dia melangkah satu langkah agar bisa menjangkau si perempuan. Ekspresi wajahnya berubah menjadi dingin. Rona merah itu menghilang berikut sisa tawanya. Matanya mengikat tatapan mata si perempuan hingga sang perempuan tidak sadar kalau si laki-laki sudah berjalan satu langkah lagi menujunya.

Si laki-laki berpaling sejenak untuk memutus tatapan mereka. Dia, dengan gerakan cepat, mengarahkan telunjuknya tepat di depan wajah si perempuan.

Terkesiap. Hanya itu reaksi si perempuan.

“Kau berpikir terlalu jauh. Sangat jauh. Aku melakukannya hanya karena penasaran, kau akan berkedip atau tidak.” Ucap si laki-laki. Dia menurunkan tangannya dan meraih lengan si perempuan untuk menemukan jemarinya. Dia menariknya, mengajak si perempuan untuk melanjutkan langkah mereka menuju cafe. “Ah, kau terlalu banyak menonton film misteri. Kau membuatku jadi laki-laki jahat karena jawaban keduamu sama sekali tidak membuatku lebih baik. Kau berpikir aku akan membuatmu takut…..”

Si perempuan tak mendengar kalimat selanjutnya yang diucapkan kekasihnya. Pikirannya terlalu sibuk hingga menulikan pendengarannya. ‘Aku seharusnya berkedip dan memasang ekspresi kaget lebih lama tadi. Bukan menatapnya menantang.’

 

Fiksi dari sepenggal mimpi pada 04 Agustus 2015

Asuchi.

Advertisements

15 responses »

  1. Lah… masa ntar HyunA jadi demen ama Howon? Sii Howon saiko loh saikooo~
    ntar jadinya HyunA kena stockholm syndrome dongss… waksss…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s