[Fic] Satu Sore

Standard
coffee-2-cups

Credit Pic: Google

“Aku menyukai Ed.” Lyn bicara begitu dian selesai menyeruput kopi yang dia pesan.

‘Aku juga menyukai dia.’ Shan ikut bicara, hanya saja tanpa suara. Dia bicara dalam hati sambil menatap acak apa yang ada di hadapannya. Dia memberikan senyumnya pada Lyn, sebagai tanggapan ucapan temannya itu.

Shan tidak menyangka, orang yang dia sukai juga disukai oleh temannya. Tapi Shan memang tak pernah berpikir untuk memperpanjang rasa yang dia punya, karena dia sadar dia tidak akan mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan perasaannya itu.

“Lyn…” Shan memanggil Lyn. Lyn menatap Shan. “Bagaimana dengan pacarmu? Kita tahu Ed juga punya rasa padamu. Tapi kau wanita berpacar, ingat?”

Lyn tertawa. “Aku tahu.” Dia kemudian kembali menyeruput kopinya lagi. “Tapi tidak ada salahnya kan menyukai orang lain? Toh Ed tahu statusku, dia tidak akan bersikap macam-macam meskipun dia ada rasa padaku.” Lyn bicara dengan santai.

Shan diam. Shan sejenak merasa marah. Dia tak masalah jika cintanya tak berbalas, tak masalah Ed menyukai perempuan manapun, tapi dia merasa marah karena Lyn terkesan mempermainkan perasaan Ed. Dia merasa marah karena tidak bisa berbuat apa-apa mengetahui itu.

Shan tahu pacar Lyn banyak menghabiskan waktu di luar kota. Pekerjaan pacar Lyn menguras waktunya sampai kadang Lyn tak mendapat waktu yang cukup untuk bersama. Tapi bukan berarti Ed bisa dijadikan pelampiasan atas apa yang tak bisa didapat Lyn dari pacarnya.

Shan merasa marah. Tapi dia hanya bisa diam. Dia tak punya hak.  Hidup Ed, dia sendiri yang menentukan. Begitu juga Lyn. Shan tidak berniat untuk ikut campur. Mereka sudah cukup dewasa untuk melakukan hal yang mereka inginkan dan bertanggung jawab atas semuanya. Shan hanya bisa sesekali mengingatkan kalau dia bukan lah perempuan single yang bisa pergi dengan laki-laki yang jelas menaruh rasa padanya. Lyn harus menghargai Ed juga pacarnya.

“Bagaimana dengan pacarmu? Kau masih merahasiakan pertemuanmu dengan Ed darinya?” Shan bertanya.

Lyn hanya menunjukkan gigi-giginya. Ada rona bersalah dan malu di wajahnya.

“Kuharap Ed bisa menemukan perempuan lain yang dia suka selain kamu Lyn.” Harap Shan. ‘Meski jelas bukan aku.’ Tambahnya dalam hati.

Lyn mengangguk. “Aku juga sebenarnya. Tapi aku masih belum begitu rela kalau misal Ed jadi lebih sulit ditemui nanti. Dia teman yang sangat baik dan menyenangkan.” Timpal Lyn.

“Dia menyenangkan karena memang menyukaimu. Semua perhatian yang dia punya akan berpusat padamu ketika kalian bersama. Dan kau selalu merasa istimewa karena hal itu.” Shan bicara lagi.

“Entahlah. Aku masih belum jelas juga akan berjodoh dengan siapa nantinya. Aku mencintai pacarku, jelas. Aku bahkan sudah berencana untuk menikah dengannya meski hanya baru pembicaraan antara kami berdua. Tapi kebaikan Ed terlalu menggoda untuk aku abaikan begitu saja.” Ucap Lyn.

Shan kemudian tertawa. “Aku tidak ingin kau cepat-cepat menikah sebenarnya. Kau tahu aku sulit berteman dengan orang lain. Aku tidak tahu akan menghabiskan waktu mengobrol seperti ini jika kau sudah menikah nanti.” Dia bicara. Sedikit mengalihkan pembicaraan. Shan tidak ingin mendengar Lyn terus bercerita tentang Ed. Dia tidak ingin memendam banyak rasa negatif pada Lyn.

“Pernikahanku nanti tidak akan bisa dihindari kecuali jika Al berbuat masalah yang membuatku tidak ingin menikahi dia.” Ucap Lyn yang ditanggapi ekspresi kesal oleh Shan. “Dia memang akhir-akhir ini begitu menyebalkan. Tapi aku masih mencintai dia. Dua belas tahun aku bertahan dengan sifatnya, aku tidak mungkin dengan mudah melepas dia begitu saja kan? Aku ingin menikah dengannya.” Lanjut Lyn.

Shan memberikan senyum tulus dia. ‘Terlepas dari kemungkinan tak lagi punya teman mengobrol, aku berharap yang terbaik untukmu juga Ed.’ Respon Shan dalam hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s