Author Archives: zero404error

About zero404error

A boring girl with complicated mind

[fiksi] 7 hari

Standard

Warning : galau, bahasa amburadul, rumit (?)

Tujuh hari…

 

Tentang aku dan kenangan tentangmu…

***

“Haruka-chan…” Aku masih ingat dengan jelas saat suara lirih itu menyapaku.

Saat itu bulan sedang bersembunyi di balik awan, di salah satu malam, di sebuah sudut perpustakaan.

“Kau… akan bahagia meski tanpaku, kan?” Lagi-lagi bisikan lirih nyaris tanpa suara.

Bisikan yang cukup keras untuk kudengar, namun tak mampu membuatku merespon sebuah jawaban.

Hening menyelinap saat mata kami bertemu.

Sorot mata sayu, aroma dan bias kepedihan itu begitu jelas ditujukan padaku. Namun, mengabaikan semua itu, aku selalu berpura-pura tak tahu menahu.

“Haruto-kun…” ucapku lirih. “…mengatakan sesuatu?” Aku melepas earphone yang mendendangkan lagu bisu di telingaku, menatapnya dengan kepalsuanku.

Pemilik sorot mata sayu itu menggeleng, tersenyum tipis kemudian.

“Nande mo nai.”

Dia berbohong.

“Sou ka?”

Begitu juga aku.

***

Tujuh hari yang lalu…

 

Apa kau tahu…

 

Aku juga ingin mengatakan hal yang sama kepadamu…

 

***

“Haruka-chan~.”

“Hm?”

Kedua iris gelap itu menerobos iris milikku.

“Apa ada seseorang yang kau sukai?”

Jika saja aku tak pernah tahu batasan mana yang bisa dan tak bisa kulewati, mungkin aku bisa akan menjawabnya dengan ringan, tanpa perlu alasan.

Kau.

Tapi aku tahu aku tak boleh melewati pagar yang tak terlihat itu.

“Berhenti bercanda, aku sedang mengerjakan PR.”

Aku kembali mengalihkan fokusku pada deretan rumus yang harus kupecahkan sementara ia mengerucutkan bibirnya dan mengusap surai kecokelatan miliknya. Terlihat kecewa.

“Haruka tidak asik,” protesnya lirih seraya memutar arah duduknya dan beringsut ke jendela.

***

Enam hari yang lalu…

 

Memori di kelas kala senja itu…

 

Jika aku bisa, aku ingin mengulanginya…

 

Meski jawaban yang akan kukatakan tetaplah sama…

 

***

“Ne ne Haruka-chan, kudengar kau sedang dekat dengan seseorang? Siapa?”

Pandanganku teralih dari cermin di depanku ke sosok mungil gadis di sampingku. Ia masih sempat merapikan rambut ikalnya, mengoleskan lipgloss di bibirnya dan tersenyum puas pada bayangannya di cermin sebelum balas menatapku.

“Apa aku mengenalnya?” Gadis itu kembali mendesakku.

Aku tak langsung menjawab. Kuputar kedua bola mataku, membiarkan engselnya terhenti sejenak saat menyapu salah satu sudut langit-langit.

“Dia…”

Aku kembali terdiam.

Memori-memori itu kembali berlarian di ingatanku. Wajah Haruto saat tersenyum, ekspresinya saat kecewa, suaranya yang selalu menelisik di gendang telingaku, gambaran tentangnya yang terselip di antara lobus-lobus otakku. Bagiku, dia orang yang istimewa.

“Dia…” gadis itu menirukan ucapanku, menunggu kata-kata berikutnya yang harusnya kuverbalkan.

“Dia…”

“Ya?”

Aku melirik gadis di sampingku sejenak. Bola matanya membulat menunggu jawaban.

“Rahasia.”

“Eh?”

“Bukan ‘eh’, ayo cepat keluar, sebentar lagi kelas dimulai.” kilahku sambil tersenyum dan berjalan menjauhi wastafel kamar mandi sekolah, menuju satu-satunya pintu keluar masuk.

“C.. Chotto~ kau sengaja bikin aku penasaran ya?” protesnya.

“Ahaha, ayo cepat jalan~.”

 

***

Lima hari lalu…

 

Rahasia itu akan selalu jadi rahasia kita berdua…

 

***

Seorang pemuda yang ditakdirkan untuk populer. Dicintai banyak orang. Menyenangkan. Dan terkadang kekanakan. Jika harus menggambarkan seorang Haruto, mungkin aku mengatakan semua itu.

Tapi mungkin aku juga akan berkata bahwa dia keras tapi rapuh. Berusaha terlihat tegar dalam nanar. Berusaha jujur dalam kebohongan. Dia sudah berusaha lebih keras dari siapapun.

Dan aku sudah berusaha keras untuk tak pernah ingat semua itu.

“Haruka-chan, ayo pergi!” Kicauan lembut Haruto memecah kepingan-kepingan puzzle yang baru saja terangkai di otakku. Dia bahkan tak menunggu jawaban dariku untuk segera berlari mendahuluiku.

Dan senyumannya saat ia berbalik sejenak kemudian sudah cukup untuk membuatku terdiam dalam bisu.

***

Empat hari yang lalu…

 

Ne, Haruto-kun, apa aku benar-benar sudah mengenalmu…

 

***

Karena Haruto bukan milik siapapun. Karena dia bukan burung yang terkurung dalam sangkar. Dia hanya entitas yang terjebak dalam jeratan bernama keadaan.

“Tiga hari lagi…”

Sepasang kristal bening Haruto menatap kosong pada ranting-ranting sakura yang meranggas di musim gugur. Matanya yang sayu terpejam seiring tarikan nafas pelan yang memasuki rongga dadanya.

“Dan semuanya akan berakhir…”

Nafasku tercekat.

Aku benci kalimat ini.

Aku benci karena aku tahu jelas apa artinya semua ini. Dan aku benci karena aku tak pernah mampu berkata-kata. Aku hanya bisa berpura-pura tak tahu apa-apa.

“Berhentilah bicara yang aneh-aneh. Ayo pulang.”

Lagi-lagi hanya kata-kata dingin berbalut es yang terucap dari mulutku.

***

Tiga hari yang lalu…

 

Haruto… dan aku…

 

***

“Aku akan menghilang saat Haruka-chan sudah bahagia.”

“Eh?”

Dulu, aku begitu naif untuk mencerna kata-kata itu. Aku masih terlalu bodoh untuk mengerti arti sebuah kata menghilang bagi bocah laki-laki di sampingku.

“Haruto… kun?”

Ia tak menjawab, hanya tersenyum tanpa juga menatapku. “Ah, bukan…” Bocah brunette itu tiba-tiba meralat ucapannya. “Mungkin tepatnya…” Terdiam sesaat. “Aku harus menghilang…”

Hanya ada desir angin, kilatan mata yang sendu dan tarikan nafas pelan Haruto.

Dengan lembut ia menatapku.

“Ne.. Haruka-chan.. kau tak akan mencegahku, kan?”

***

Dua hari yang lalu…

 

Sekeping memori dan seikat janji…

 

Setelah tahun-tahun damai berlalu…

 

Kenapa aku harus mengingat semua itu lagi?

 

***

“Jika saat ini aku mencegahmu… Apa kau akan menghentikan langkahmu?”

“Jika saat ini aku menarikmu, akankah porosmu beralih padaku?”

“Jika aku berkata tak ingin, apa kau akan mengabulkan permintaanku?”

Pemuda bernama Haruto itu hanya tersenyum setelah mendengar untaian kata-kata itu keluar dari mulutku.

“Daijobu… Kau pasti akan baik-baik saja, Haruka-chan.”

Itu bukan jawaban yang ingin kudengar, juga bukan sebuah kepastian. Jawaban itu bahkan tak sedikitpun memberiku harapan.

 

***

 

Satu hari yang lalu…

Saat hidupku terasa begitu kelabu…

 

***

Dia tak pernah nyata. Dia tak pernah ada. Dia tidaklah hidup dalam realita. Dia hanyalah sosok maya yang tercipta begitu saja. Dari impian seorang bocah kecil yang tak mampu hidup dalam dunia nyata. Dari sebuah keputusasaan karena tak memiliki siapa-siapa.

“Namaku Haruto.”

 

“Mulai sekarang aku akan ada di samping Haruka-chan.”

 

“Sampai Haruka-chan tak membutuhkanku lagi.”

 

“Haruka-chan, waratte yo!”

 

“Haruka-chan!”

Dia hanya ilusi yang kuciptakan sendiri.

Tapi bahkan ketika ilusi itu menghilang, salah satu bagian diriku ikut mengalami kekosongan.

***

 

Dan hari ini…

 

Ketika aku sudah tak bisa melihatnya lagi.

 

Ketika akhirnya aku harus bangun dari mimpi yang kurangkai sendiri.

 

Sayonara… Haruto-kun…

 

Selamat tinggal… Diriku yang lain…

 

***

Advertisements

[ff] Darkness beyond your eyes..

Standard

Author : Zen

Cast :

*) Jo Youngmin [Boyfriend]

*) Jo Kwangmin

*) Lee Hwaran [OC]

Genre : Horor coretniatnyacoret tapi gagal

Rate : G

Length : Oneshot

Disclaimer : Kwangmin sementara punya saya*?*

a/n : Gak tahu serem apa gak, kayaknya si enggak, gak bakat nulis horor ataupun thriller. Bakatnya bikin galau orang/plak. Maklum, saya amatiran pake banget, maklum juga kalau judul kagak ada nyambung2nya.

jotwins22

Read the rest of this entry

[random] Short story.. part 2

Standard

tumblr_m553ahtz7d1qb0usto1_400

pic cr : autumnstark @tumblr

Cast :

*) Exo Derp Squad, maybe other too

*) No Aeri [OC]

*) Jang Hyoji [OC]

Genre : ——undescriptable

Disclaimer : I own nothing except the plots…

Rate : G

a/n : alur tidak jelas, typo bertebaran, ide cerita mungkin pasaran tapi tulisan yang muncul murni pemikiran saiia =3, dan maaf ini absurd sekali karena hanya kumpulan draft iseng saya dan teman saya.

Read the rest of this entry

[random] Short story.. part 1

Standard

Random drabble and short story…

pic cr : autumnstark @tumblr

Author : Zen

Cast :

*) Exo Derp Squad, maybe other too

*) No Aeri [OC]

*) Jang Hyoji [OC]

Genre : ——undescriptable

Disclaimer : I own nothing except the plots…

Rate : G

a/n : alur tidak jelas, typo bertebaran, ide cerita mungkin pasaran tapi tulisan yang muncul murni pemikiran saiia =3, Baekhyun part still not available.. sebelumnya maaf karena bakat nulis komedi kayaknya gak ada pada diri saiia.

;

;

#1st encounter.. [94 words]

Aeri menatap bocah laki-laki dengan tubuh menjulang di hadapannya. Bocah itu tinggi, jauh lebih tinggi dari Aeri yang jelas-jelas memiliki ukuran badan yang lebih mungil dari bocah-bocah sebayanya. Dan bocah itu tersenyum saat ini, memperlihatkan deretan giginya yang begitu sempurna. Senyum yang dalam sekejap mampu membuat otak Aeri terjungkir dalam pemikiran yang bahkan belum dimengerti benar oleh bocah berumur 10 tahun sepertinya.

“Ayo kita menikah.”

Kata-kata tak waras itu meluncur dari mulut No Aeri. Entah dengan atau tanpa ia sadari artinya.

Musim panas, tahun kelima sekolah dasar, No Aeri memutuskan untuk mulai mengenal cinta.

Read the rest of this entry

[ff] I, my, mask

Standard

Ini ff bukan si?*eh?

Author : Zen

Cast :

*) L/ Kim Myungsoo [infinite]

*) Seorin [OC]

Genre : AU, molla, yang jelas bukan romance

a/n : Errr. . mungkin lebih ke curcol tidak jelas dengan setting dan alur yang tidak kalah tak jelasnya kali ya. Cast asal comot, begitu juga judul, jadi harap maklum kalau gak pas. Buat umma mian belum sempet bikin poster,hhe..

“I’m not a good story writer and i’m not push my self to write a story” [cr:Ity] Read the rest of this entry

(Oneshot) For What Reason???

Standard

Author : Ma’ippo/ Seorin

Cast :

*) Lee Hyukjae [Super Junior]

*) Kim Seorin [OC]

Genre : Romance

Length : Oneshot

Disclaimer : semua yang maen di ep2 ini bayar aku pake cintaaa~~, jadi suka-suka aku mau aku apain/plakkk

a/n : Ah, molla ini ff apaan. Judulnya aja ga nyambung banget… TT_TT. Gegara kepanasan*?* tiba-tiba aja ff ini udah tercipta. Bahasa tak beraturan, diksi tak mampu dijabarkan*?*, ketidakjelasan bergelantungan/plakplakplak. Aku ga maksa buat komen atau RCL, tapi jujur aja aku butuh komen kalian buat tau apakah tulisanku layak baca, hhe. Happy reading ajah~ <3.

Let’s get it started……. Read the rest of this entry